[FF SHINee] Behind Wake Up!


fghrt.bmp

 

Behind Wake Up!

 

Author : @Septaaa_

Cast : Choi Minho (Shinee) & Shin Yui (Yui/You)

Genre : Romance, Fluff, Comedy (never mind :D ), AU!

Rated : PG-17 (For the kiss scene *smirk*)

Length : Drabble

Disclaimer : all cast belongs to SMent and God. Idea and story Belong to ME!

“..Cinta datang bersambut orange sang fajar..”

 

 

 

Rintik kabut awan dingin berjatuhan mengiringi langkah sang fajar yang segera datang. Aroma mega menguar di sekeliling taman indah. Tanah liat yang bertumpah hujan pun tak kalah menguarkan aroma ketenangan. Lambat laun fajar itu mulai datang diikuti dengan latar belakang langit orange. Seketika silau warna orange memekikkan mata ayam-ayam yang terpejam, ayam-ayam itu menguap terdengar kokokkan yang lucu.

Di sudut ruangan dengan nuansa unik namun terkesan feminim. Shin Yui—Gadis remaja berbadan kurus dengan pipi gemuk dan rambut panjang menguap dibalik selimut tebalnya. Yang pasti ia tidak terbangun gara-gara suara ayam—tidak—dia bangun karna memang bunyi alarm memekikkan telinganya. Ia merenggangkan otot-otonya sebelum ia beranjak meninggalkan ranjang cantiknya.

 

Tangannya terulur membuka pintu balkon. Dengan sempoyongan ia menelentangkan tangannya. Menghirup aroma-aroma segar dikala pagi buta menjelang. Ia sangat suka hal seperti ini, sungguh.. kesejukan tersendiri bagi dirinya.

 

Ia mengerjapkan matanya lucu, menguap dengan panjang dan mengecapkan mulutnya tanda ia akan mengupulkan seluruh nyawanya.

 

Sedetik kemudian, matanya terbelalak saat ia sadar bahwa sedari tadi ada lelaki di ujung jalanan yang menatapnya dengan senyum super tampan. Lelaki yang hanya mengenakan celana selutut dan kaos coklat serta sepatu coklat yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.

 

Yui sedikit merona karna lelaki tampan melambai kearahnya dengan berlari—menandakan bahwa ia sedang lari pagi—Yui cemberut saat lelaki itu menghilang di ujung lorong lain. Segera gadis itu berbalik.

 

“..Ah aku akan lari pagi kalau begitu…hehe…” dia tersenyum penuh arti dan segera menuju kamar mandi serta bersiap dengan celana ketat diatas lutut serta kaos coklat—sengaja ia menyamakan kaosnya dengan lelaki tadi—dan tak lupa sepatu putih dan handuk kecil untuk menyeka keringat.

 

 

Ia berjalan menuruni tangga rumahnya. Ia kembali merenggangkan otot-ototnya saat sudah di depan pintu, bahkan ia juga memasang kedua earphone agar menghilangkan kejenuhan saat berlari. Ia sudah mulai dengan pemanasan dan menghentakkan kaki-kakinya.

 

Wussshh—seperti angin ia berlari dengan kcepeatan maksimum. Saat dirasa matanya menangkap sosok siluet bayangan ia pun menambah kecepatan larinya seperti hampir mengalahkan angin yang berhembus sejuk kala pagi mendatang.

 

 

BUK!

 

Karna merasa sudah semakin dekat Yui mengulurkan tangannya. Dan yang ada malah seperti mendorong tubuh lelaki itu yang membuatnya sempoyongan.

 

“Hosshh..Hosshh..” Yui menunduk mengatur nafasnya dengan sebelah tangan meremas kaosnya. Seolah oksigen memang benar-benar melimit baginya. Dirasa sudah agak teratur ia mengalihkan pandangannya pada lelaki yang masih tertunduk ditanah akibat dorongannya. Lelaki tampan yang juga memandangnya dengan penuh selidik.

 

Dia menyeringai penuh kemenangan berjalan mendekati lelaki tampan dan menundukan kepalanya yang kini benar-benar berjarak 5cm sampai-sampai mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.

 

“Hai! Namaku Shin Yui! Umurku 18tahun! Aku menyukai warna coklat! Aku suka menulis dan menyanyi! Aku suka aroma tanah liat bercampur rintik kabut! Aku juga suka meminum kopi di malam hari! Dan yang terpenting aku tidak mempunyai kekasih!”

 

Lelaki itu semakin mengeryit bingung memandang Yui yang kini menatapnya dengan berbinar dan hembusan nafas yang sedikit tersengal-sengal.

 

“Hai.. Yui kau tak apa?” akhirnya suara bass itu menjawab ocehan Yui dengan mengusap tengkuknya bingung harus melakukan apa.

 

“Tentu! Jadi?”

 

“Apa?”

 

“Siapa kau?”

 

“Ah… aku Choi Minho kau boleh memanggilku Minho.” Minho—sang lelaki tampan dengan suara berat yang membuat bulu Yui merinding seketika.

 

“Minho..hm..nama yang bagus..” Yui bergumam tak jelas. Lalu ia menatap Minho yang masih dengan posisi tersungkur, Yui sedikit cekikikkan lalu ia mengulurkan tangannya membantu Minho berdiri.

 

“Ingin jogging lagi?”

 

Minho mengangguk. Dan mereka berlari kecil menyusuri lorong jalan yang penuh dengan pohon sakura, karna ini hampir mendekati musim semi yang indah.

 

Suasana canggung melingkupi mereka, Yui sedikit merona karna sesaat ia baru menyadari betapa terlihat konyolnya dia. “..ini memalukan.”

 

 

“Ingin kesana?” suara Minho menyadarkan lamunan Yui, ia mengikuti arah telunjuk Minho yang berpusat pada taman sepi dengan satu tempat duduk dibalik pohon tumbang yang besar. “Eum—eum.” Yui menganggukan kepala patuh. Mereka berjalan menuju kursi panjang itu.

 

Menatap kedepan memandang pusat bunga lili yang menyebrak. Sesekali kelopak sakura gugur mengiringi pandangan mereka. Yui memejamkan matanya, ia sangat mencintai kota kecilnya ini. Jauh dari keramaian dan sangat menyejukkan.

 

“Kau sudah lama berada disini?” Minho memecah keheningan, menatap sudut mata Yui yang terpejam.

 

“Tentu! Aku sejak kecil hidup disini.” Yui menjawab tanpa membuka matanya.

 

“Bagaimana bisa? Disini sangat sepi, lalu bagaimana ku berinteraksi?”

 

Saat itulah Yui membuka matanya. Mengalihkan kepalanya untuk menatap Minho intens. “Aku bekerja sebagai penulis. Jadi aku butuh banyak kenyamanan. Dan aku cukup dengan uang tabunganku sendiri. Dan lagi—kurasa disini juga masih ada tetangga yang baik berbanding terbalik dengan Seoul kan?”

 

Minho mengangguk membenarkan. Ia tersenyum lembut menatap Yui. “Apa kau tidak pernah melihat lelaki tampan? Sehingga tadi kau mengejarku eum?” senyum jenaka terlukis di bibir Minho dan sesekali mempermainkan alisnya.

 

“Yah! Ini tak sebodoh yang kau kira!” Yui mempoutkan bibirnya sambil bersila tangan.

 

“Lalu?”

 

“Errr—” Minho menyeringai saat Yui gugup.

 

“Skak mat! Kau tak bisa menjelaskan apa-apa Shin Yui! Haha..” ungkap Minho dengan penuh kemenangan.

 

Cup!

 

“Eh?”

 

Minho tersenyum lembut saat Yui melebarkan mata yang tertuju padanya. Minho juga dapat melihat samar semburat rona merah muncul di pipi Yui yang tadi dikecupnya.

 

“Aku menyukaimu..” Minho masih memasang wajah teduh, “..Aku 2 minggu sudah disini, kukira hidupku akan membosankan. Namun, ternyata aku salah..”

 

Yui mengeryit mendengar penuturan Minho. Ia juga bisa merasakan desiran hebat di tubuhnya. Dan jangan lupakan ritme detakan jantung yang mengeras.

 

“Aku selalu menatapmu saat pagi buta.. dan kukira aku menyukai siluet bayanganmu saat tertutup fajar orange.. hanya saja kau baru menyadari kehadiranku tadi pagi.”

 

“Maafkan aku..” Yui memasang muka memelas, sungguh—ia memang baru melihat Minho tadi fajar. Dan ia masih begitu terkejut dengan penuturan Minho. Rasa bersalah merayapinya.

 

“Tak apa.. aku akan memaafkanmu.. tapi..” Minho menyeringai menatap Yui yang kini menelan salivanya dengan susah payah. “Izinkan aku mencintaimu,” bisiknya sebelum ia melancarkan aksinya.

 

Mencium bibir plum Yui. Manusia—merasa tak cukup jika hanya mencium, Minho mengarahkan sebelah tangannya untuk menekan tengkuk Yui agar memperdalam ciumannya. Ia juga mencoba melumat bibir Yui yang terasa manis. Digigitnya bibir bawah Yui agar ia bisa melancarkan lidahnya mengisi relung mulut Yui. Di absennya deretan gigi Yui satu-persatu dengan lidahnya. Hingga saliva menetes disudut bibir Yui.

 

“Ah~ betapa aku dari dulu ingin memakan bibir seksimu.” Minho mengerling nakal saat ciuman mereka terlepas akibat pasokkan oksigen Yui yang menipis. Yui masih terengah, ia memandang Minho sebal.

 

“Yah! Pervert!”

 

“Hahaha. Aku mencintaimu..”

 

“Aku juga..”

 

Dan Minho pun kembali melancarkan aksinya ‘mari-memakan-bibir-seksi-Yui-’ sampai sang matahari yang mengintip di celah fajar tak di hiraukan oleh mereka..

 

 

THE END!

 

Aaaaaa lagi gila Minho :3 dan terciptalah FF super nista ini :D seharusnya ini FF comedy tapi yah aku begitu buruk dalam comedy -_-

Well, beri masukan pelase? :)

Comment silahkan.. :*

8 thoughts on “[FF SHINee] Behind Wake Up!

  1. Oh… mo… #gaya GG di IGAB
    Huwaaa… Minho pervert! haha
    ada ko komedinya saeng, tapi ini sepertinya cuma eon yang mikir sampe sana hahaha
    itu si Yui ke kamar mandi cuma ganti baju aja kan? gak dijelasin gosok gigi sama cuci muka kan? Untung saja Minho dengan baik hati membersihkan setiap gigi Yui pas lagi ciuman hahaha
    Keep writing saeng, deskripsimu makin bagus :)
    Fighting!

    • wah ciyus ini jg ada komedinya? Yey! Aa seneng bgt :*
      a.o.o emang harus di deskripsiin kalo mandi ya un? :o
      hAHA un lawak bgt ._. Tauk tuh minho mending ama aku aja yuk! Yui kan bau #plak :D
      waah thankyou ya uunn aku cuma pengen nulis aja sih :*

      • gak harus dideskripsiin juga sih saeng, ini cuma eon aja ya otaknya lagi menggila haha
        kamunya udah mandi belom saeng? kalo masih bau mending jgn deketin minho, kasihan minhonya *please jgn tendang eon, ampuun haha

        yoo masama :)
        sama sih, eon juga nulis FF ya pengen nulis aja, sekalian buat buang pusing kalo lagi banyak cobaan yang indah di dunia nyata haha :D

        • Oohh tentu sudah dong un wkwkwk jadi boleh dong deket2 minho :* tadi gara2 liat pic tesernya minho dream girl jadinya terciptalah ff nista ini wkwkwkwk :D

          iya un sama. Terkadang ff itu bisa bikin kita puas, cuma liat voting kalo ff aku ada yg baca aja itu kesenengan tersendiri wkwkwk :D buat pemuas doangg kekeke :D

          • ooh ternyata keidean abis liat teaser toh saeng hahaha Minho mah tetep kece, lah pas liat teasernya Key, eon ketawa gugulingan, kesannya liat pak gepeto tua dengan rambut dibelah dua kkk ^^

            bener banget, tujuan eon nulis FF juga cuma cari hiburan dan buat kepuasan sendiri aja.

  2. Ini ff manis banget. *emang gula, -,-
    Hwaaa, terus-trusan nemu ff min ho dan semuanya bagus bagus, jd suka ama minho nih.

    comedynya dapet kok, apalagi pas si yui ngenalin dirinya ama minho.
    Nyerocos kayak kereta api lewat, *lol.
    Aku suka ff ini thor.
    Keep writing nee. ^ ^

    • AYOOO BANYAKIN DONG YANG SUKA MINHOOOO KKK :D

      Hihi padahal aku gak bidangnya dalam lawa-melawak(? :) hihi iya, tau filmnya YUI? yang di Jepang itu? nah kira2 aku terinspirasi dr situ sendiri wkwk :D
      btw, thankyou for reading and commenting^^

Jangan lupa isi kolom di bawah ini^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s